Perjalanan Mencari Candi Sambisari

      Sudah lama sekali blog ini tidak diupdate postingannya, maklum saya sedang sibuk-sibuknya menyebar undangan lamaran pekerjaan kesana-kemari padahal lumayan banyak pengalaman yang ingin saya tuangkan melalui blog ini, apalah daya karena hanya bisa dilakukan sekarang. Ide postingan semakin banyak dan menumpuk di kepala meminta untuk diposting, ehehe. Alhamdulillah saya baru mendapat pekerjaan lusa, dan untuk merayakannya maka saya update blog ini, yeah ...

      Mei awal bulan lalu setelah mengikuti Job Fair di Gedung Mandala Bakti Wanitatama, teman saya tiba-tiba mengajak untuk berjalan-jalan sebentar. Maklum karena kita selesai mengikuti Job Fair jam 12 siang, masih terlalu awal untuk pulang kerumah dan tiba-tiba keinginan untuk jalan-jalan itu pun muncul. Lalu akan kemana kami pergi ? Setelah berembug ini - itu, terlalu jauh lah, yang baru lah, dan lain lain, akhirnya pilihan kita jatuh ke Candi Sambisari. Kenapa Candi Sambisari ? Karena kita belum pernah kesana, ehehe. Setelah menentukan tujuan perjalanan kemudian kita mencari peta untuk menuju ke Candi Sambisari. 

      Dari arah Jogja, belokan jalan untuk menuju ke Candi Sambisari terletak di sebuah gang kecil yang berada di depan Bandara Udara Adisucipto Yogyakarta, jadi di sebelah kiri jalan. Setelah belok ke arah gang maka tinggal jalan terus hingga menemui jalan paving block dan selamat, kamu berhasil menemukan daerah kawasan Sambisari dan hal itu berarti kamu akan segera menemui Candi Sambisari.

      Candi Sambisari sendiri sepertinya sudah lumayan dikelola dengan baik, hal ini terlihat ada warung, tempat parkir, petugas tiket masuk Candi Sambisari (biaya tiket masuknya Rp 2.000,00), kawasannya bahkan sudah dikelola sedemikian rupa hingga terlihat sangat cantik dan asri dengan banyak tanaman hijai disana-sini, membuat sejuk.


Candi Sambisari
Pemandangan Candi Sambisari dari arah pintu masuk
      Banyaknya pepohonan, semak belukar yang ditata dengan sedemikian rapinya, hingga dibuatnya jalan setapak dengan pemandangan batu bagian Candi Sambisari yang belum tersusun dan masih dinomori menimbulkan rasa yang berbeda. Rumput yang lebat dan rapi menutupi hampir sebagian besar tanah kompleks Candi Sambisari membuatku lebih memilih berjalan tanpa menggunakan sepatu, ehehe walaupun akhirnya dimarahin temanku dan menyuruhku mengenakan sepatu.

Candi Sambisari
Foto di bagian depan Candi Sambisari

Candi Sambisari
Bagian dalam Candi Sambisari

Candi Sambisari
Arca yang berada di bagian terdalam Candi Sambisari

Candi Sambisari
Bagian Candi Sambisari yang sepertinya belum selesai direnovasi

Candi Sambisari
Berposa di Candi Sambisari yang unik
     Menurut saya Candi Sambisari termasuk kedalam golongan candi berukuran kecil, tetapi penanganan untuk mengembangkan kawasan wisata Candi Sambisari ini patut diacungi jempol. Saya berharap beberapa tahun kedepan, kawasan ini akan lebih ramai lagi dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun mancanegara dan semakin banyak batu-batuan candi yang telah telah tersusun membentuk stupa candi.


      


Bakso Ikan Cakalang Ala-Ala

      Siapa yang tidak mengenal bakso, semua orang dari kalangan manapun dab usia berapa pun pasti mengenalnya. Bakso selalu menjadi makanan favorit orang Indonesia, bahkan tidak jarang selalu dhadirkan sebagai salah satu hidangan dalam pesta pernikahan (menurut pengalaman, ehehe).
Sebenarnya dari kemarin-kemarin, saya ingin sekali memakan bakso ikan, tetapi bakso ikan pack-an yang dijual di supermarket terlalu mahal dan di Jogja ini malahan belum pernah menemukan satu pun warung yang menjual bakso ikan ... Ahhhh ya sudahlah, berhubung kemampuan masak saya tidak diragukan lagi (bercandaaaaa, ehehe) dan kemampuan indra pengecap saya yang terhitung baik, akhirnya setelah browsing resep bakso maka saya langsung praktek membuatnya.

Untuk membuat bakso ikan ini, saya menggunakan bahan 
  • Ikan cakalang (karena di kulkas hanya ada itu, tetapi sembarang ikan juga boleh kok apalagi tengiri) 1,5 ekor karena hanya sisa segituuuu
  • Bawang putih 7 siung yang besar, saya suka bawang putih yang banyak :D
  • Garam setengah sendok makan atau sesuai selera
  • Bawang bombay 1 siung (ini tergantung selera)
  • Wakame kering 2 sedok makan (ini pilihan, sekalian menghabiskan sisa wakame), direndam
  • Sebutir putih telur
  • Sejumput lada bubuk
  • Sagu secukupnya
  • Daun bawang sesuai selera
Untuk membuat bahan pentolnya
  • Ikan dibelah 2 lalu dagingnya dikeruk menggunakan garpu atau sendok (saya lebih suka menggunakan garpu). Jangan dibuang kepala dan tulangnya karena untuk direbus dan dijadikan kaldu bakso ikan
  • Haluskan 3 siung bawang putih dan garam
  • Setengah siung awang bombay dipotong dadu
  • Haluskan daging ikan yang dikeruk bersama bumbu bawang putih, bawang bombay, wakame, dan lada dengan menggunakan blender atau food processor
  • Campuran bahan bakso ikan tadi lalu dicampur dengan sagu sesuai selera
Untuk membuat kuah bakso hingga selesai
  • Merebus sisa kepala ikan dan tulangnya dengan sisa bawang putih dan bawang bombay. Setelah mendidih lalu disaring dan diambil kaldu ikannya untuk merebus pentol bakso.
  • Bahan pentol tadi lalu dibulat-bulat (saya lebih suka menjepitnya dengan telapak tangan dan dikeruk dengan sendok) dan dimasukkan kedalam kaldu ikan yang mendidih.
  • Tambahkan penyedap rasa, gula, garam, dan lada sesuai selera
  • Setelah terlihat pentol baksonya mengapung semua, itu berarti bakso telah matang dan bisa ditambahkan daun bawang

Bakso ikan cakalang jadi yeeeey
Pentol bakso ikan cakalang seperti bakso daging sapi, ehehe :D





Arroy Mak Mak Rasa Vegetable Beef

      Hari Minggu lalu jam 2 siang saya sama adik memutuskan untuk pergi ke perpus kota Yogyakarta dengan tujuan untuk numpang koneksi wifi, maklum wifi mendadak error dan duniaku tidak terkoneksi dengan internet sama sekali ... fuuuhhh. Perpustakaan kota Yogyakarta tidak terlalu banyak berubah, masih tetap nyaman dan enak ditambah koneksi wifi yang lumayan cepat, asik deh :). Saya browsing lowongan pekerjaan sedangkan si adek menjari referensi untuk mengerjakan laporan praktikum kimianya.

    Ketika waktu sudah menginjak pukul setengah empat, tiba-tiba si adek mengajak ke mall. Sebenarnya dari awal si adek memang ingin sekali ke mall dan dia mengajak untuk wifi-an di Amplas saja, tetapi yah saya sempat berpikir kalau ramai dan tidak ada tempat duduk bagaimana ? Akhirnya setelah dari perpus kota, kami mampir sebentar ke Amplas sekalian sholat Ashar dan menunggu waktu sholat Maghrib.

      Tiba-tiba perut kami terasa lapar, karena berkeliling-keliling mall dan akhirnya kami menuju ke suatu restoran, Arroy Mak Mak. Nama yang tidak familiar bagi kami, tetapi yah cacing di perut berteriak dan sukses membuat perut bunyi. Setelah memilih menu yang akan di makan, kamu duduk di meja dan menunggu pesanan kami.

arroy mak mak
Foto dulu dengan si adek

arroy mak mak
Lumayan lama juga pesanannya datang
      Sepertinya karena efek lapar yang memuncak, kami merasa lumayan lama pesanannya datang, ehehe. Dan akhirnya pesanan datang taraaa ... Kita memesan Vegetable beef ala Arroy Mak Mak Amplas, dan beginilah penampakan pesanan kami. Waktu saya kirimkan foto makanan ini ke cowokku, dia malah bilang seperti putu ... ehehe lumayan mirip sih ... penyajiannya lucu deh :) Harga per porsi untuk Vegetable Beef adalah Rp 21.000,00.

arroy mak mak
Vegetable Beef Arroy Mak Mak
arroy mak mak
Wuiiih

      Sepiring nasi dengan 3 pasang Vegetable Beef yang disiram dengan saus asam manis plus taburan wijen siap untuk disantap. Untuk "gorengan Vegetable Beef" terbuat dari potongan bawang bombay halus dengan dililit oleh daging sapi tipis yang dicelupkan kedalam tepung berbumbu khusus dan digoreng renyah, rasanya enak dan bawang bombaynya tidak terlalu layu, masih krenyes-krenyes. Untuk sausnya sendiri sepertinya terdiri dari bawang putih, minyak wijen, saus tomat, dan taburan wijen, coba kalau rasanya lebih asam dan lebih pedas, ehehe ...

      Rasa makanannya enak, standar lah :) Pelayanannya ramah ... hanya saja ada beberapa menu yang kosong, jadi sempat agak kecewa padahal ada tom yum ... Overall mungkin kalau ada uang lebih mungkin akan menyempatkan diri mampir kemari lagi dan mencoba menu yang kosong tersebut :)

Ketarik Ombak di Pantai Ngandong dan Cantiknya Pantai Indrayanti !!!

      Stress ... penat ... lelah, pasti dibalik semua hal itu seseorang sangat membutuhkan yang namanya hiburan, baik hiburan yang bersifat maya maupun yang bersifat nyata. Kali ini saya akan melakukan hiburan yang bersifat nyata karena ingin mengunjungi tempat-tempat baru yang tentunya akan memberikan wawasan dan cara berpikir yang baru pula. Alhamdulillah badan saya pegal setelah perjalanan dari pantai, kemarin bersama ketiga sahabat saya yang usil dan menyenangkan, thanks guys :). Kali ini kami memutuskan ke pantai lagi dengan membawa "tour guide" yaitu sahabatku ehehehe, maklum dia sudah biasa melanglang buana bersama teman-temannya mengunjungi tempat-tempat di Yogyakarta. Kami sepakat untuk mengunjungi Pantai Ngandong yang bahkan saya sendiri pun baru mendengar namanya. Hmmm ...

    Pantai Ngandong berada searah dengan Pantai Baron (tetapi tidak satu tempat dengan Pantai Baron), tetapi namanya belum setenar dengan Pantai Baron padahal waaaahh sangat menarik dan indah pantainya. Untuk menuju ke Pantai Ngandong, cukup mengikuti plang petunjuk arah menuju ke Pantai Baron, lalu mengikuti plang petunjuk arah menuju ke pantai Sundak, atau kalau bingung silahkan menanyakan tempatnya ke penduduk sekitar atau di pos-pos penjagaan, mereka akan senang hati membantu :)

      Pantai Ngandong sendiri ternyata terletak sebari dengan Pantai Sepanjang, Pantai Sundak, dan Pantai Indrayanti, tetapi lebih dekat ke Pantai Indrayanti. Perjalanan dari Yogyakarta menuju ke Pantai Ngandong memakan waktu hampir 3 jam dan jangan lupa untuk menyiapkan uang Rp 10.000,00 untuk membayar tiket masuk per orang lalu jangan lupa untuk membeli perbekalan karena perjalan yang ditempuh lumayan menguras energi bagi kalian kaum hawa (pengalaman pribadi).

      Ke pantai enaknya memakai sandal jepit ataupun telanjang kaki, jangan lupa membawa pakaian ganti karena saya yakin Anda akan tergiur untuk merasakan segarnya air laut dengan menyeburkan diri sembari menikmati deburan ombak yang menerpa tubuh.

      Akhirnya kami sampai di Pantai Ngandong, setelah memarkir motor dan membayar karcis parkir sebesar Rp 2.000,00 kami langsung berhamburan menuju pantai. Ternyata pantainya memiliki pasir yang putih dengan butiran yang lebih besar daripada pasir pantai pada umumnya dengan karang-karang yang sedang dan besar yang indah.

      Ceruk-ceruk karang yang berisi air laut yang dipenuhi ekosistem laut seperti ganggang dan ikan kecil, menggelitik anak-anak dan ayahnya untuk mengambil beberapa ikan kecil untuk dipelihara, kebetulan disana juga dijual ember dan saringan ikan kecil berwarna-warni. Pecahan karang dan koral yang terhampar disepanjang garis pantai beserta hamburan ganggang hijau yang mengapung membuatku gatal untuk mengumpulkan dan mengoleksinya bersama sahabat-sahabatku. Ombak disini relatif kecil, hal ini mungkin dikarenakan ada beberapa karang besar yang dapat berfungsi sebagai pemecah ombak, sehingga menjadi aliran ombak yang tenang.

pantai ngandong
Berfoto bersama ketiga sahabatku dengan background karang yang sangat besar
pantai ngandong
Ada sebuah karang berukuran besar yang dapat dinaiki tetapi tetap berhati-hati
pantai ngandong
Indahnya Pantai Ngandong yang sangat memukau
     Saya berjalan menelusuri ceruk-ceruk karang sambil meninjaki barisan ganggang laut dan alga yang tumbuh subur menempel di sela-sela batu karang. Beberapa ikan kecil berenang berlarian kesana kemari, memberi hiburan yang sangat menarik dan tak terlupakan bagiku. Ganggang laut yang licin, arus laut yang yang disertai deburan ombak tiba-tiba besar sukses membuatku tercebur dan ditertawakan teman-temanku, adududuh padahal lupa membawa pakaian ganti ...

pantai ngandong
Saya duduk di atas karang kecil sembari mengamati ikan kecil dan karang cantik
pantai ngandong
Pemandangan pantai yang indah
pantai ngandong
Kami mengumpulkan banyak gangang hijau dan sejenis alga cokelat
pantai ngandong
Yeah ... Pantai Ngandong sangat indah bukan :)
      Walaupun hari sudah menjelang sore, kami masih belum puas untuk menikmati rekreasi pantai hari ini, ditambah lagi temanku ingin membeli topi pantai yang cantik. Kata "tour guide" kami, kalau mau beli topi pantai lebih baik ke Pantai Indrayanti, karena disana lebih banyak dan lebih bervariasi bentuknya selain itu harganya lebih murah, katanya. Baiklah ... setelah dari Pantai Ngandong akhirnya kami ke Pantai Indrayanti yang berjarak hanya kurang lebih 5 menit.

      Harga 1 topi pantai paling mentok hanya bisa ditawar Rp 25.000,00 sehingga mengurungkan niat temanku untuk membelinya, lalu kami beralih istirahat sejenak di gazebo Pantai Indrayanti yang ditata sedemikian cantik dan rindangnya sehingga membuat suasana nyaman. Untuk harga makanannya sepertinya "standar harga pantai", kami hanya memesan es teh Rp 6.000,00 dan es kelapa muda Rp 15.000,00 ehehehe harganya lumayan mahal soalnya ...

pantai indrayanti
Kami berirtirahat sejenak sambil menikmati es kelapa muda
pantai indrayanti
Meja dan kursi ditata cantik di bawah pohon
     Setelah puas beristirahat kami menyempatkan diri untuk berjalan-jalan sebentar menjelajahi Pantai Indrayanti. Ombaknya lumayan besar dan kencang karena benar-benar tidak terhalang oleh beberapa batu karang berukuran besar (berbeda dengan di Pantai Ngandong yang ombaknya relatif tenang). Tidak ada hamparan karang kecil dan pecahan koral di sepanjang bibir pantai, hanya terlihat batu karang yang sangat besar dengan celahnya yang dapat dilewati dengan mudah yang berujung pada pemandangan tumpukan batu-batu karang sedang yang sepertinya "mudah longsor" karena ada tanda peringatan rawan longsor.

pantai indrayanti
Celah karang di Pantai Indrayanti yang unik
pantai indrayanti
Hati-hati mendaki tumpukan karang ini
pantai indrayanti
Berfoto dengan background karang yang besar di Pantai Indrawanti
pantai indrayanti
Pose-pose cantik
pantai indrayanti
Senja hari dengan keramaian di Pantai Indrayanti
     Karena jam sudah menunjukkan hampir pukul 5, kami harus buru-buru pulang hal ini dikarenakan perjalanan yang sangat jauh dan pemandangan yang mulai gelap, kami harus menghindari hal-hal yang tidak dimungkinkan.
 Begitulah pengalamanku bersama sahabatku mengunjungi Pantai Ngandong dan Pantai Indrayanti yang sangat cantik ini :) Jadi ingin mengunjunginya kembali :)


Grahatama Pustaka Yogyakarta Keren Sekali !!!

      Itulah hal yang terlintas dibenakku pada saat kunjungan pertama kali ke perpustakaan terbesar di Asia Tenggara ini, dengan penampakan bangunannya yang sangat megah, pemandangan tamannya yang sangat luas (mungkin perlu diperbanyak pohon agar rindang), dan kelengkapan pustaka yang ada di dalamnya, cukup membuatku sangat takjub :D

      Grahatama Pustaka sendiri terletak di Jalan Raya Janti, itu loh disebelah Jogja Expo Center yang biasa digunakan untuk berbagai macam event dan pameran. Ragu - ragu memasukinya karena suasananya yang sepi dari luar ? Cobalah berani untuk memasukinya dan siap-siap dipuaskan oleh ribuan bacaan berkualitas di dalamnya, tentu saja parkirnya gratis ehehehe ...

Grahatama Pustaka Yogyakarta
Grahatama Pustaka Yogyakarta
      Kita bisa membuat kartu keanggotaan Grahatama Pustaka ini, fungsinya ? Tentu saja agar bisa meminjam buku yang keren-keren ini bayangkan saja banyak buku berarti banyak wawasan yang dapat kita serap dan dipelajari sehingga bisa berguna nantinya.

      Bagaimana cara membuat kartu keanggotaan ? Pertama-tama datangi meja front office dan tanyakan prosedur untuk membuat keanggotaan, itu di meja paling kiri loh. Siapkan juga fotokopi KTP untuk umum maupun KTM untuk mahasiswa yang nantinya akan diambil untuk dicocokkan identitasnya, lalu kita akan diberi kertas antrian dan silahkan menunggu sampai nomor kita dipanggil. Tidak lama dan tidak usah membayar, mudah kan :D Setelah nama kita dipanggil maka kita akan dibawa masuk ke ruangan sebelah meja pendaftaran keanggotaan perpus, dan disana kita akan mengisi biodata seakurat mungkin dan akan difoto. Untuk proses pencetakan kartu memakan waktu 1-2 jam. Tadi mbak yang mengurusi keanggotaan juga sempat mengatakan sebenarnya bisa saja melakukan pendaftaran secara online dan tinggal kemari untuk dilakukan pemfotoan saja, tetapi mungkin kurang sosialisasi saja prosesnya yah ...

      Oke, sambil menunggu proses pencetakannya mari kita berkeliling sejenak di bangunan 3 tingkat yang megah dan penuh dengan wawasan pengetahuan ini, karena kebetulan ada pameran jadinya melihat - lihat sebentar ke pameran yang bertajuk "Sri Sultan Hamengkubuono IX" yang penuh dengan foto keadaan beliau dulu dan ada beberapa benda- benda bersejarah.


Grahatama Pustaka Yogyakarta
Foto Sri Sultan Hamengkubuono IX dan beberapa buku mengenai beliau
Grahatama Pustaka Yogyakarta
Foto-foto mengenai sejarah beliau
Grahatama Pustaka Yogyakarta
Surat permohonan magang abdi dalem
      Setelah puas, lalu saya memutuskan untuk masuk ke area lebih dalam dari Grahatama Pustaka ini dan jangan lupa untuk meminta kunci loker di meja kiri front office, tinggal serahkan kartu identitas dan akan ditukar dengan kunci loker untuk sementara. Bawalah buku yang ingin dibaca dan laptop untuk mengakses wifi yang koneksinya lumayan cepat. Lumayan baca buku lengkap gratis ditambah koneksi wifi yang gratis, enak sekali.

Grahatama Pustaka Yogyakarta
3 Lantai di Grahatama Pustaka
      Hal pertama yang saya lakukan ketika memasuki area dalam ini adalah berkeliling karena saya sangat penasaran sekali referensi yang disediakan oleh perpustakaan terbesar se-Asia Tenggara ini. Untuk lantai 1 belum berhasil saya jelajahi karena keburu ingin membaca. Lantai 2 berisi buku-buku khusus huruf braile (wuiihh keren hanya saja saya belum bisa membacanya), buku umum (ada buku-buku novel, hukum, ilmu keperawatan, obat-obatan, pokoknya hal umum lainnya), ada toilet, dan ada ruang-ruang yang tertata rapi (mungkin untuk meeting). Lantai 3 berisi koleksi buku langka (wuiiihh ini baru keren), ruang audio visual, ruang meeting juga, dan bioskop yang katanya untuk menonton tayangan 6D, menarik bukan :)

      Lelah berkeliling akhirnya saya memutuskan untuk membaca buku di ruang referensi umum lantai 2. Jangan lupa untuk melepas sepatu dan memasukkannya ke kantung yang telah disediakan, dan bawalah masuk kedalam.Kenapa ? Karena alasnya adalah karpet, jadi kita bisa duduk dimana saja di ruangan yang nyaman dan dingin tersebut sambil membaca buku dan bersantai. Sepertinya sangat lengkap koleksinya, yang penting jangan berbuat onar dan ribut yah :)

Grahatama Pustaka Yogyakarta
Kita bisa duduk dimana saja karena beralaskan karpet
Grahatama Pustaka Yogyakarta
Akhirnya menemukan buku ini juga !!!
Pastinya saya akan datang lagi, karena saya sangat suka membaca apalagi didukung dengan tempat senyaman ini :) Tentunya bisa sambil berekreasi dan menemukan ide baru dong :)




Makanan Jepang Ala-Ala Hanmade

      Saya sebenernya sudah lama sekali mengenal hal-hal yang berbau jepang, dari umur 7 tahun apa yah (ketika sedang musim-musimnya doraemon, digimon, pokemon dan mon-mon yang lain ehehe), sedangkan untuk mencicipi makanan Jepang baru dapat saya rasakan ketika berumur 18 tahun ... Hmmmm lumayan lama juga waktunya.

      Yogyakarta sendiri selain memiliki makanan khas yang enak-enak, di kota ini hampir dijamuri oleh restoran masakan Jepang. Ingin rasanya mencoba semuanya (yang halal tentunya) tetapi baru bisa merasakan beberapa saja diantaranya. Bahan makanan Jepang merupakan hal yang sulit ditemui di Yogyakarta, hal ini dikarenakan tidak adanya supermarket atau toko yang khusus menjual bahan makanan Jepang atau Korea. Beberapa lalu, saya sempat menemukan nori dan wakame di Mirota Kampus loh, dan karena ada logo "Halal-nya (dari Thailand) " makanya saya coba untuk membelinya, mereknya adalah Taberu. Akan saya jelaskan beserta beberapa contoh foto makanan ala-ala gaje buatan saya :D ahaha.

      Nori biasanya berupa lembaran tipis berbentuk persegi atau persegi panjang yang diproses dari bubur rumput laut yang dicetak lalu dipanggang pada suhu tertentu. Nori biasanya digunakan sebagai sushi dan onigiri, atau biasanya juga ditaburi sebagai topping ramen, nyam.


Taberu Nori Rp 23.000,00 (kalau tidak salah)

      Untuk membuat nasi sushi sendiri bukanlah hal yang rumit, saya sendiri menggunakan campuran gula, cuka, dan air panas untuk melarutkan campuran gula dan cuka. Selanjutnya diaduk hingga larut, dicampurkan ke nasi, dan diaduk atau diuleni hingga merata. Nasi akan menjadi sedikit lengket, untuk menghindari tangan tertempel nasi silahkan basahi tangan dengan air matang yaa ... Rasa nasi juga jadi lebih enak, hmmm nyam, Bisa juga dengan menggunakan perbandingan nasi : ketan, kalau tidak salah 1:1 (belum pernah mencobanya)


Nasi sushi hancur karena tidak dicampur gula, cuka, dan air



Sushi isi telur dadar dan mayonais untuk pengganjal perut (ukuran kecil)


Sushi isi telur dadar dan mayonais ukuran juomboo, kenyang nih serius


Sushi isi telur dadar yang di campur dengan 
daun bawang, wortel, dan tomat, juomboo kenyaang


Onigiri, intinya hanya nasi sushi dibekap sama nori saja sih :v ehehe

      Wakame merupakan ganggang laut yang dikeringkan, sedangkan merek Taberu ini berbentuk panjang-panjang kecil tidak beraturan, berwarna hijau gelap dan kering. Untuk menggunakannya dianjurkan untuk merendamnya ke dalam semangkuk air, saya biasanya menggunakan 2 sendok makan taberu wakame dan pas untuk memasak dalam porsi 1 panci kecil (panci mie) saya


Wakame Taberu Rp 29.100,00

      Saya memasak sup rumput laut yang enak dan  bergizi, hanya saja mungkin hal tersebut tidak terlalu dapat dipresentasikan melalui penampilan sup saya ini ehehe. Bumbunya saya menggunakan bawang putih (6 siung) dan ikan asin kering (yang besar pipih itu, jambal kalau tidak salah) setengah potongan besar, lalu diulek sampai halus (ikan asin dan bawang putih) lalu ditumis sebentar dengan api kecil untuk membuat kuah kaldu ikan asin. 

      Wakame direndam hingga mengembang dan airnya sisa rendaman dimasukkan kedalam tumisan tadi dan aduk hingga rata dan masak dengan api kecil, selanjutnya wakame dipotong kecil-kecil lalu dimasukkan kedalam kuah tadi, lalu beri tambahan garam, gula, dan lada sesuai selera. Lalu masukkan potongan tahu putih (saya menggunakan tahu kuning, karena hanya ada tahu ini :v), potongan tomat merah (biar agak asam-asam), dan rajangan daun bawang halus yang banyaaak. Tidak usah lama-lama memasaknya, agar kandungannya tidak berkurang banyak.


Sup wakame


Sup wakame ala - ala

      Rasa sup ini cenderung ke gurih-gurih gemuk karena adanya rasa "umami" pada wakame. Sebenarnya sih tidak usah ditambahkan garam terlalu banyak, karena rasa asin dihasilkan dari rebusan kaldu ikan asin ditambah rasa gurih gemuk dari wakame.

Selamat mencoba :)

Membuat SKCK Tidak Susah !!!

      Setelah diwisuda 27 Februari 2016 lalu dan sukses menjadi alumni UNY, saya sedang hangat-hangatnya mencari tahu info tentang lowongan perkerjaan, baik milik swasta maupun pemerintah, semakin cepat mendapatkan pekerjaan tentunya akan semakin baik bukan ? Aamiin ...

       Untuk melamar pekerjaan biasanya dibutuhkan fotokopi legalisir Ijazah dan Transkrip Nilai, Pas Foto sesuai ketentuan (misalnya 3x4 atau 4x6) fotokopi KTP, SIM C atau A (kalau yang berkaitan dengan kendaraan), Kartu Kuning, SKCK, dan lain lain. Kartu Kuning ? SKCK ? Apa itu ? Oke kali ini yang dibahas terlebih dahulu adalah SKCK, kenapa ? Karena yang baru saya buat adalah SKCK, eheheh.

       SKCK adalah singkatan dari Surat Keterangan Catatan Kepolisian. Membuatnya ribet apa tidak ? Susah apa tidak ? Merepotkan apa tidak ? Jawabannya tidak sama sekali, karena saya membuatnya kira-kira dari jam 11 hingga jam 13.30. Nah, apa yang perlu dipersiapkan ... ?

     Yang harus dipersiapkan adalah pas foto 4x6 berwarna minimal 7 lembar, fotokopi KTP minimal 3, fotokopi Kartu Keluarga minimal 1, fotokopi akta kelahiran minimal 1, dan uang minimal Rp 25.000,00.

    Setelah menyiapkan semua itu, yang dilakukan pertama kali adalah mengunjungi POLSEK setempat (karena saya di daerah Gamping, maka saya mengunjungi POLSEK Gamping). Untuk apa ? Untuk meminta surat rekomendasi permohonan SKCK. Mengapa meminta surat permohonan SKCK ? Karena membuat SKCK adalah di POLRES bukan di POLSEK,ehehe. POLSEK mensyaratkan bahwa untuk membuat surat permohonan SKCK harus menyerahkan 1 lembar fotokopi KTP dan 2 lembar pasfoto ukutan 4x6 berwarna, dan setelah itu kita hanya tinggal menunggu beberapa menit, tidak sampai 30 menit. Taraa surat permohonan SKCK kita selesai :D Tapi baru surat permohonan loh yah ... bukan SKCK-nya, oke lanjut. Lalu iuran sukarela RP 5.000,00, sukarela loh bukan pemaksaan :)

     Untuk membuat SKCK kita harus ke POLRES setempat, dan karena saya termasuk daerah Sleman (atau Yogyakarta yah ?) saya menuju ke POLRES Jalan Magelang. Salah satu syarat unik untuk membuat SKCK adalah rumusan sidik jari (?). Jadi nantinya di tempat untuk membuat rumusan sidik jadi (masih di POLRES) menyerahkan syarat 1 fotokopi KTP dan 1 pasfoto ukuran 4x6, nanti kita akan diberikan kertas panjang dengan blok-blok yang nantinya akan dicap oleh kesepuluh jari kita. Tangan kita akan dihitam2 oleh zat hitam (kayak oli kental ?) dan dicap satu persatu ke kertas tersebut, lalu diserahkan ke petugas dan kita akan menunggu giliran kita untuk scan sidik jari dan pencocokan foto. Lalu kita akan mendapatkan kartu rumusan sidik jari kita dan lalu iuran Rp 10.000,00 untuk membayar proses tersebut, silahkan fotokopi kartu rumusan sidik jari tersebut, 1 saja cukup untuk keperluan pembuatan SKCK.

      Last but not least, kita mengunjungi kantor SKCK (masih di wilayah POLRES) untuk proses selanjutnya. 1 fotokopi KTP, 1 fotokopi KK,1 fotokopi Akta Kelahiran, 1 fotokopi rumusan sidik jari, 1 surat permohonan pembuatan SKCK dari KAPOLSEK, 4 buah pasfoto 4x6 berwana dengan backgroun merah, dan iuran Rp 10.000,00. Kita nantinya akan diberi blangko formulir, 1 bendel isinya 3 lembar dan isilah sejujurnya jangan berbohong. Setelah selesai dan diserahkan kepada petugas kita akan diberi kuitansi pembayaran SKCK lalu menunggu nama kita dipanggil untuk mendapatkan SKCK :D Setelah SKCK berada di tangan kita silahkan difotokopi sesuai keperluan untuk dilegalisir, dan ingat masa berlaku SKCK 6 bulan dari tanggal pembuatan :)


Bagian atas adalah persyaratan pembuatan SKCK dan
Bagian bawah adalah persyaratan pembuatan SKCK



Pengalaman "Hampir Saja" di KaliBiru

       Sudah lama sekali tidak mengisi blog ini, alasannya karena tidak ada bahan yang digunakan untuk mengisi blog ... tetapi begitu menemukan bahan penulisan, ujung-ujungnya malah menundanya terus-terusan dan baru dapat terealisasi untuk dituliskan sekarang. Benar-benar yah ... hmmm ...

      Kali ini saya, adik, dan kedua orang temanku berkesempatan untuk mengunjungi KaliBiru. Perjalanan dari Yogyakarta ke KaliBiru membutuhkan waktu tempuh kurang-lebih 2 jam jika mengendarai motor dan ditambah lagi keadaan hujan gerimis rincik-rincik. Jalannya melewati Jalan Wates, karena masih bekas hujan, suasana lumayan sepi dan enak untuk mengebut, hehehe tapi jangan deh berbahaya. Di sebelah kiri jalan nanti ada plang kereta api, nah jalan berikutnya adalah menyebrangi (?) rel kereta api. Jalannya lumayan banyak berlubang ditambah habis hujan sehingga becek di sana-sini, sehingga lumayan seru untuk dihindari ditambah lagi pemandangan kiri-kanan yang penuh sawah. Enak sekali menikmatinya ...

      Kawasan wisata KaliBiru sendiri sudah bukan hal yang baru untuk dibicarakan. Berbekal pemandangan dari puncak bukit menghadap Waduk Sermo yang sungguh indah ditambah kepiawaian masyarakatnya yang sangat handal dalam mengelola suatu objek wisata, akhirnya lahirlah KaliBiru. Tapi tunggu dulu, untuk dapat menikmati wisata KaliBiru yang terkenal itu, ada 1 tantangan yang harus kalian lewati yaitu tanjakan & tikungan super ekstrim, EKSTRIM ? Yaa ... ekstrim buat cewek seperti kita mungkin, ehehe ...

      Tanjakan dengan kemiringan diatas 60 derajat (mungkin), tikungan yang tajam, dan tanjakan jalan aspal yang licin hampir membuat nyali kita ciut (hampir saja payah). Setelah berguru dan menimba ilmu dengan bapak-bapak penjaga di bawah tanjakan KaliBiru dan arahan dari pak Ojek, kita merasa sudah mendapatkan ilmu yang cukup untu bekal melewati tantangan ini, ahaha ... Oh iyah, untuk yang benar-benar tidak berani, bisa menggunakan jasa ojek di sini biayanya cukup Rp 15.000,00 saja untuk diantar dari tanjakan KaliBiru hingga ke objek wisata KaliBiru yang jaraknya kurang lebih 800m (kata bapaknya). Saya sendiri cukup berani untuk mengendarai motorku sendiri, sedangkan adikku menggunakan jasa ojek (saya takut terjungkal :v)

      Setelah melewati beberapa tanjakan dan beberapa tikungan (tenang saja, ada bapak-bapak yang mengurus lalu lintas untuk meminimalisir hal-hal buruk), akhirnya kami sampai di parkiran motor objek wisata KaliBiru, alhamdulillah :)

     Biaya parkirnya Rp 2.000,00 ditambah biaya ojek Rp 15.000,00 ditambah biaya masuk ke KaliBiru Rp 10.000,00 (untuk weekend dan Rp 5.000,00 untuk hari biasa), serta Rp 15.000,00 untuk menikmati Photo Shot di tempat yang telah disediakan.

        Rasanya di KaliBiru ? Enaaakk !!!
Udaranya semilir sejuk ...
Pemandangannya bagus sekali, dapat memandang Waduk Sermo dari kejauhan ...
Orang-orang petugasnya ramah ...
Photo shot-nya menarik untuk dicoba ...
Pokoknya menarik :D

      Sedikit tambahan, ada beberapa penginapan yang disewakan, berupa gubuk kecil dengan kapasitas yang mampu menampung 20 orang dengan biaya per penginapan Rp 300.000,00 (kata ibu petugasnya). Mungkin ada yang berminat untuk mencoba Photo Shot di dini hari ? Silahkan dicoba :)

Beberapa dokumentasi kami ...


Foto dulu di depan tulisan KaliBiru


Sedang menunggu giliran foto


Harga tiket Photo Shot untuk 4 menit


Foto kaki sama adek :D


Bagus yah :D


Ceilah si adek :D





Waktunya Merakuskan Diri di Sushi Story !!!

      Hari ini ada sedikit aura-aura galau ...
Bagaimana tidak ? Tadi pagi sebenarnya saya berencana untuk pergi ke suatu tempat yang sangat penting, berangkat dari rumah jam 08.30 karena janjian untuk menuju ke tempat tersebut jam 09.00, tetapi Allah berkata lain. Sampai jam 11.00 tempat tersebut tidak dapat saya temukan, sedikit sedih dan kecewa ... karena tempat tersebut teramat penting ... 

      Tapi yah demi menghibur diriku sendiri, akhirnya diputuskanlah untuk memakan sesuatu. Kenapa makanan ? Karena saya kalau sudah galau, obatnya ada 2 yaitu cowokku dan makanan, ehehe :D Oke, setelah berputar-putar mencari tempat tersebut akhirnya saya menuju ke kedai makanan Jepang favoritku, yang namanya Sushi Story. Kenapa Sushi Story ? Cukup 4 kata untuk menggambarkannya yaitu halal, enak, murah, dan Jepangable (apaan nih :v)

Sushi Story mempunyai beberapa cabang, yang pernah kukunjungi adalah 

  • Sushi Story di Galeria Mall lantai dasar, disini dulu saya mencoba merek Sushi Story untuk pertamakali. Produk yang dicoba adalah sushi yang dalamnya isi irisan wortel, timun, nasi, nori, dan mayonaise yang diletakkan dalam wadah kertas khas Sushi Story.
  • Sushi Story di Seturan, sudah dulu sekali pergi kesana dengan teman. Mencoba ramen yang didalamnya berisi mie, pink patrick (yang warnanya merah muda) lobak, sawi, bonito flakes (parutan ikan), tamagoyaki (telur manis berbentuk hampir persegi panjang, potongan negi (daun bawang), dan tentu saja kuah ramen.
  • Sushi Story daerah Jogja Paradise
  • Sushi Story daerah jalan UNY.
      Tetapi jujur saja, biasanya justru lebih sering makan ramen di Sushi Story cabang Jogja Paradise. Kenapa ? Ehehehe, oke ijinkan saya untuk menjabarkannya


Sumber dari ecc.ft.ugm.ac.id
  • Pintu masuknya Jepangable banget, bisa dilihat sendiri kan bagaimana kesan pertama yang akan tercipta bagi pengunjung ketika makan di Sushi Story ini :)
  • Pengunjung akan disambut dengan salam ala Jepang "Irasshaimase" yang artinya selamat datang :)
  • Suasana di dalam juga tidak kalah Jepangable-nya dengan suasana di luar :)
  • Suka tamago manisnya, enak, lembut, manis, dan gurih, pokoknya suka sekali :D
  • Gratis 1 gelas ocha tawar dingin :)
Biasanya kalau kesini, lebih sering memesan ramen, sushi, atau okonomiyaki. Range harga makanan di Sushi Story berkisar antara Rp 6.000,00 - Rp 30.000,00.


Ini menu ramen yang biasa kucoba di Sushi Story, biasanya memilih kuah manis


Beli sushi enak + ocha gratis

   Setelah makan dari Sushi Story ini biasanya perutku bakalan mules, karena aku terbiasa menggunakan 2 sendok bubuk cabai yang notabene pedas sekali tetapi kuah ramennya yang enak membuatku harus menghabiskannya. Antara pedas vs menghabiskan kuah ramen yang lezat, tentu saja lebih memilih kuah ramen yang lezat :D
      Untuk sushinya, biasanya saya memesan sushi dengan isian potongan wortel dan mentimun seharga Rp 6.000,00 dan dapat 8 potong sushi yang enak dengan lumeran mayonaise dan potongan kecil timun yang kompak bikin ketagihan. Tetapi kali ini saya memesan menu sushi yang berbeda, namanya kalau tidak salah Spicy Kani Maki seharga Rp 6.000,00 yang berisi 3 sushi. Masing-masing berupa 1 sushi kecil dengan potongan sayuran di dalamnya (wortel kalau tidak salah), lalu digulung dengan nasi sushi lagi, lalu diatasnya diberi topping krim mayonaise yang banyak lumer dan potongan kecil daging kepiting, di atasnya diberi sepotong cabe kering, dan ditaburi dengan bubuk cabe kering. Rasanya enak sekali, bikin ketagihan :))
      Sushi Story ini merupakan kedai Jejepangan langganan saya, dan kalau sedang ingin makan enak, galau, atau pun badmood, makanan disini selalu menjadi moodbooster :)