Stress ... penat ... lelah, pasti dibalik semua hal itu seseorang sangat membutuhkan yang namanya hiburan, baik hiburan yang bersifat maya maupun yang bersifat nyata. Kali ini saya akan melakukan hiburan yang bersifat nyata karena ingin mengunjungi tempat-tempat baru yang tentunya akan memberikan wawasan dan cara berpikir yang baru pula. Alhamdulillah badan saya pegal setelah perjalanan dari pantai, kemarin bersama ketiga sahabat saya yang usil dan menyenangkan, thanks guys :). Kali ini kami memutuskan ke pantai lagi dengan membawa "tour guide" yaitu sahabatku ehehehe, maklum dia sudah biasa melanglang buana bersama teman-temannya mengunjungi tempat-tempat di Yogyakarta. Kami sepakat untuk mengunjungi Pantai Ngandong yang bahkan saya sendiri pun baru mendengar namanya. Hmmm ...
Pantai Ngandong berada searah dengan Pantai Baron (tetapi tidak satu tempat dengan Pantai Baron), tetapi namanya belum setenar dengan Pantai Baron padahal waaaahh sangat menarik dan indah pantainya. Untuk menuju ke Pantai Ngandong, cukup mengikuti plang petunjuk arah menuju ke Pantai Baron, lalu mengikuti plang petunjuk arah menuju ke pantai Sundak, atau kalau bingung silahkan menanyakan tempatnya ke penduduk sekitar atau di pos-pos penjagaan, mereka akan senang hati membantu :)
Pantai Ngandong sendiri ternyata terletak sebari dengan Pantai Sepanjang, Pantai Sundak, dan Pantai Indrayanti, tetapi lebih dekat ke Pantai Indrayanti. Perjalanan dari Yogyakarta menuju ke Pantai Ngandong memakan waktu hampir 3 jam dan jangan lupa untuk menyiapkan uang Rp 10.000,00 untuk membayar tiket masuk per orang lalu jangan lupa untuk membeli perbekalan karena perjalan yang ditempuh lumayan menguras energi bagi kalian kaum hawa (pengalaman pribadi).
Ke pantai enaknya memakai sandal jepit ataupun telanjang kaki, jangan lupa membawa pakaian ganti karena saya yakin Anda akan tergiur untuk merasakan segarnya air laut dengan menyeburkan diri sembari menikmati deburan ombak yang menerpa tubuh.
Akhirnya kami sampai di Pantai Ngandong, setelah memarkir motor dan membayar karcis parkir sebesar Rp 2.000,00 kami langsung berhamburan menuju pantai. Ternyata pantainya memiliki pasir yang putih dengan butiran yang lebih besar daripada pasir pantai pada umumnya dengan karang-karang yang sedang dan besar yang indah.
Ceruk-ceruk karang yang berisi air laut yang dipenuhi ekosistem laut seperti ganggang dan ikan kecil, menggelitik anak-anak dan ayahnya untuk mengambil beberapa ikan kecil untuk dipelihara, kebetulan disana juga dijual ember dan saringan ikan kecil berwarna-warni. Pecahan karang dan koral yang terhampar disepanjang garis pantai beserta hamburan ganggang hijau yang mengapung membuatku gatal untuk mengumpulkan dan mengoleksinya bersama sahabat-sahabatku. Ombak disini relatif kecil, hal ini mungkin dikarenakan ada beberapa karang besar yang dapat berfungsi sebagai pemecah ombak, sehingga menjadi aliran ombak yang tenang.
|
Berfoto bersama ketiga sahabatku dengan background karang yang sangat besar |
|
Ada sebuah karang berukuran besar yang dapat dinaiki tetapi tetap berhati-hati |
|
Indahnya Pantai Ngandong yang sangat memukau |
Saya berjalan menelusuri ceruk-ceruk karang sambil meninjaki barisan ganggang laut dan alga yang tumbuh subur menempel di sela-sela batu karang. Beberapa ikan kecil berenang berlarian kesana kemari, memberi hiburan yang sangat menarik dan tak terlupakan bagiku. Ganggang laut yang licin, arus laut yang yang disertai deburan ombak tiba-tiba besar sukses membuatku tercebur dan ditertawakan teman-temanku, adududuh padahal lupa membawa pakaian ganti ...
|
Saya duduk di atas karang kecil sembari mengamati ikan kecil dan karang cantik |
|
Pemandangan pantai yang indah |
|
Kami mengumpulkan banyak gangang hijau dan sejenis alga cokelat |
|
Yeah ... Pantai Ngandong sangat indah bukan :) |
Walaupun hari sudah menjelang sore, kami masih belum puas untuk menikmati rekreasi pantai hari ini, ditambah lagi temanku ingin membeli topi pantai yang cantik. Kata "tour guide" kami, kalau mau beli topi pantai lebih baik ke Pantai Indrayanti, karena disana lebih banyak dan lebih bervariasi bentuknya selain itu harganya lebih murah, katanya. Baiklah ... setelah dari Pantai Ngandong akhirnya kami ke Pantai Indrayanti yang berjarak hanya kurang lebih 5 menit.
Harga 1 topi pantai paling mentok hanya bisa ditawar Rp 25.000,00 sehingga mengurungkan niat temanku untuk membelinya, lalu kami beralih istirahat sejenak di gazebo Pantai Indrayanti yang ditata sedemikian cantik dan rindangnya sehingga membuat suasana nyaman. Untuk harga makanannya sepertinya "standar harga pantai", kami hanya memesan es teh Rp 6.000,00 dan es kelapa muda Rp 15.000,00 ehehehe harganya lumayan mahal soalnya ...
|
Kami berirtirahat sejenak sambil menikmati es kelapa muda |
|
Meja dan kursi ditata cantik di bawah pohon |
Setelah puas beristirahat kami menyempatkan diri untuk berjalan-jalan sebentar menjelajahi Pantai Indrayanti. Ombaknya lumayan besar dan kencang karena benar-benar tidak terhalang oleh beberapa batu karang berukuran besar (berbeda dengan di Pantai Ngandong yang ombaknya relatif tenang). Tidak ada hamparan karang kecil dan pecahan koral di sepanjang bibir pantai, hanya terlihat batu karang yang sangat besar dengan celahnya yang dapat dilewati dengan mudah yang berujung pada pemandangan tumpukan batu-batu karang sedang yang sepertinya "mudah longsor" karena ada tanda peringatan rawan longsor.
|
Celah karang di Pantai Indrayanti yang unik |
|
Hati-hati mendaki tumpukan karang ini |
|
Berfoto dengan background karang yang besar di Pantai Indrawanti |
|
Pose-pose cantik |
|
Senja hari dengan keramaian di Pantai Indrayanti |
Karena jam sudah menunjukkan hampir pukul 5, kami harus buru-buru pulang hal ini dikarenakan perjalanan yang sangat jauh dan pemandangan yang mulai gelap, kami harus menghindari hal-hal yang tidak dimungkinkan.
Begitulah pengalamanku bersama sahabatku mengunjungi Pantai Ngandong dan Pantai Indrayanti yang sangat cantik ini :) Jadi ingin mengunjunginya kembali :)